Pencemaran udara menjadi salah satu masalah terbesar di dunia modern, khususnya di wilayah perkotaan dan kawasan industri. Banyak orang beranggapan bahwa pencemaran udara adalah hal biasa yang sering tejadi di sekitar, padahal pencemaran udara merupakan ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan yang disebabkan oleh partikel-partikel didalamnya. Terdapat dua jenis partikel yang sering menjadi indikator kualitas udara, yaitu PM10 dan PM2.5. Meski sering tidak terlihat oleh mata, kedua jenis partikel ini memiliki dampak sangat serius.
Apa Itu PM10 dan PM2.5?
Sebelum membahas lebih jauh, mungkin banyak yang belum mengetahui apa itu PM? PM adala Particulate Matter (materi partikulat). Partikel ini beterbangan di udara yang terdiri dari campuran kompleks partikel padat dan cair yang ada di udara.
- PM10 adalah partikel udara berukuran kecil dengan ukuran ≤10 mikrometer seperti debu, serbuk sari dan partikel konstruksi. Karena ukurannya yang relatif besar, sebagian dapat tersaring oleh bulu hidung. Tetapi, jika terhirup dalam jumlah banyak, masih bisa mencapai salauran napas atas.
- PM2.5 adalah partikel yang sangat halus dengan ukuran ≤2.5 mikrometer yang berasal dari asap kendaraan, pembakaran biomassa, pabrik industri hingga asap rokok. Ukurannya yang jauh lebih kecil memungkinkan menembus alveoli paru-paru, bahkan ke aliran darah. Hal ini seperti “bom waktu” yang membawa racun ke organ lain.
PM2.5 dianggap lebih berbahaya dibandingkan PM10 kerena partikel yng sangat kecil lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan menimlbulkan efek jangka panjang. Menurut WHO Global Air Quality Guidelines, batas aman PM2.5 tidak boleh melebihi 5 µg/m³ tahunan atau 15 µg/m³ harian; PM10 15 µg/m³ tahunan atau 45 µg/m³ harian. Di Indonesia, kota-kota padat seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota besar lainnya sangatlah rawan akan pencemaran PM10 dan PM2.5.

Proses pengambilan sampel udara PM10 dan PM2.5
Sumber Utama PM10 dan PM2.5
Sumber Utama PM10
Partikel PM10 cenderung lebih dominan dari sumber kasar dan partikel besar, sementara partikel PM2.5 lebih dari proses pembakaran dan emisi halus. PM10 lebih banyak berasal dari partikel kasar yang dihasilkan oleh aktivitas mekanis atau alam, seperti:
- Konstruksi, proyek dan pembangunan: kontribusi sumber ini cukup besar di mana debu dari proses pembangunan, penggalian, debu jalanan lalu lalang kendaraan, pasir dan alat berat dapat menyebabkan partikel besar mengapung.
- Kendaraan bermotor: kontribusi sumber polusi PM10 dapat berasal dari gesekan rem (pengereman), ban, jalan yang tergerus lalu lintas (selain emisi pembakaran kendaraan).
- Industri dan pabrik: kontribusi polusi berasal dari proses penggilingan bahan atau emisi partikel besar di kawasan-kawasan industri.
- Pembakaran sampah, biomassa atau kebakaran hutan: partikel kasar dari abu dan residu pembakaran dapat beterbangan dan menjadi sumber polusi PM10.

Proses pengambilan sampel udara PM10, PM2.5 dan kebisingan

Proses pengambilan sampel udara PM10 dan PM2.5
Sumber Utama PM2.5
Partikel PM2.5 lebih dominan dari sumber yang melibatkan proses pembakaran sehingga menghasilkan partikel sangat kecil dan halus yang mudah terhidup.
- Asap kendaraan bermotor: sumber ini berasal dari emisi kendaraan yang dibuang dari knalpot. Kondisi ini sangat sering dijumpai di kota besar dan padat terlebih lagi jika terjadi kemacetan.
- Aktivitas industri dan pabrik: Emisi halus dari proses kimia dan pembakaran seperti di kawasan industri.
- Pembakaran sampah, biomassa atau kebakaran hutan: selain menghasilkan PM10, asap halus dari pembakaran tidak sempurna dapat menghasilkan PM2.5
- Asap rokok: rokok yang sudah jelas berbahaya bagi kesehatan, ternyata menghasilkan PM2.5, telebih lagi di ruangan tertutup akan lebih signifikan.
- Pembangkit listrik: pembakaran batu bara di pembangkit listrik juga merupakan salah satu penghaisl emisi halus.
Dampak PM10 dan PM2.5 bagi Kesehatan
PM2.5 memicu peradangan sistemik karena mengandung logam berat seperti timbal dan arsen, yang mengganggu sel-sel tubuh. Dampaknya mencakup:
- Gangguan Pernapasan: Menyebabkan batuk kronis, sesak napas, asma kambuh, dan bronkitis. PM2.5 yang masuk ke paru-paru dapat menyebabkan peradangan dan mengurangi fungsi paru.
- Penyakit Kardiovaskular: PM2.5 memasuki aliran darah, memicu penyempitan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke.
- Risiko Kanker: Mengandung senyawa karsinogen, meningkatkan risiko kanker paru untuk paparan kronis.
- Gangguan pada Anak dan Ibu Hamil: Menyebabkan bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, gangguan perkembangan paru pada anak, dan penurunan fungsi kognitif.
- Memperburuk Penyakit Kronis: Penderita asma, PPOK, diabetes, atau penyakit jantung lebih rentan, dengan risiko diabetes dapat meningkat karena peradangan.
Cara Melindungi Diri dari PM10 dan PM2.5
- Gunakan masker respirator seperti N95 saat kualitas udara buruk.
- Pantau indeks kualitas udara (AQI) melalui aplikasi seperti IQAir atau Nafas.
- Minimalkan aktivitas luar ruangan saat polusi tinggi, hindari olahraga jam 7-9 pagi saat lalu lintas padat.
- Gunakan air purifier atau vacuum HEPA di dalam ruangan, dan hindari merokok di rumah.
- Tanam lebih banyak pohon untuk menyaring polutan, dan konsumsi diet kaya antioksidan (buah-buahan, sayur) untuk detoks tubuh.
- Kurangi pembakaran sampah dan penggunaan kendaraan pribadi; beralih ke transportasi umum.
Peran Pemerintah dan Pengujian PM10 serta PM2.5
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Kesehatan menekankan pengujian dan pemantauan PM10 dan PM2.5. Program “Langit Biru” dari KLHK memantau AQI di 100+ stasiun, dengan target mengurangi emisi kendaraan 20% di kota besar, termasuk pembentukan Satgas Langit Biru pertama di Jabodetabek pada 2025. jakartaglobe.id +2 Melalui pengujian berkala, pemerintah dapat:
- Menilai tingkat pencemaran secara akurat,
- Mengidentifikasi sumber polusi,
- Merumuskan kebijakan pengendalian yang tepat,
- Melindungi masyarakat dari paparan berbahaya,
- Mencegah dampak lingkungan jangka panjang seperti kabut asap dan penurunan kualitas ekosistem.
Pengujian ini bukan hanya kewajiban regulasi, tapi kebutuhan untuk lingkungan sehat. Polusi bukan takdir – dengan aksi bersama, seperti mendukung regulasi ketat, kita bisa ciptakan udara bersih untuk generasi mendatang.
PT Adhikarilab Indonesia merupakan laboratorium lingkungan terakreditasi KAN LP-720-IDN dan teregistrasi sebagai Laboratorium Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dapat membantu dalam melakukan uji emisi dan uji kualitas udara Anda sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Author: Technician Team East
Editor: Web Admin



