Di Indonesia, musim hujan sering membawa curah hujan tinggi yang dipengaruhi oleh monsun, fenomena atmosfer dan lainnya. Hal ini kerap kali memicu keadaan cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, genangan air di berbagai wilayah Indonesia. Saat banjir surut, banyak orang lega dan langsung kembali menggunakan sumur, sumur bor atau PDAM. Padahal, air yang tampak jernih pun bisa tercemar banyak hal seperti lumpur, limbah domestik, kotoran hewam, sampah, bakteri, bahkan bahan kimia berbahaya yang tidak disadari terbawa aliran air/genangan air ketika banjir dan dari aliran air karena curah hujan tinggi.

Mengapa Air Bersih & Air Minum Rentan Tercemar saat Curah Hujan Tinggi?

Curah hujan yang tinggi dapat mempercepat limpasan air yang membawa polutan ke sumber air tanah dangkal, sungai, penampungan dan pipa distribusi air bersih. Sumur dangkal (kurang dari 20-30 meter) pada rumah tangga paling mudah terkontaminasi karena infiltrasi cepat dari genangan banjir. Hal ini mengakibatkan:

  • Risiko jangka pendek: Infeksi bakteri seperti E. coli atau kolera, menyebabkan berbagai macam penyakit.
  • Risiko jangka panjang: Keracunan logam berat (timbal, arsenik, merkuri) yang terakumulasi di tubuh dapat menyebabkan masalah dan penyakit pada tubuh.
  • Banyak masyarakat mengira “rebus saja cukup”. Padahal, rebus hanya hilangkan patogen, bukan logam berat, pestisida, atau zat kimia lainnya.

Hal ini merupakan masalah yang sering dialami di daerah rawan banjir, sungai besar, atau kawasan pertanian dan kawasan industri.

Pengambilan sampel air bersih

Pengambilan sampel air bersih

Apa Saja Parameter yang Perlu Dilakukan Pengujian?

Pengujian kualitas air bersih dan air minum diatur dalam regulasi salah satunya Permenkes No. 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Regulasi tersebut terdiri dari puluhan parameter uji untuk mengetahui kualitas air. Beberapa parameter uji kualitas air yang penting dan perlu diketahui, diantaranya:

ParameterAlasan Relevan
Turbiditas (kekeruhan)Kekeruhan akibat genangan dapat menyembunyikan bakteri.
Warna, bau, rasa, TDSIndikasi kontaminasi organik dari lumpur/sampah.
pHHujan asam dapat menurunkan pH, korosi pipa air.
Logam berat (Pb, As, Hg, Cd)Terbawa limbah industri/pertambangan.
Nitrat/NitritDari pupuk pertanian/kebun.
E. Coli & Total ColiformPatogen utama dari septic tank bocor/feses.
Fecal coliformTinggi di air banjir campur kotoran.
BOD/COD, Pestisida/MikroplastikPencemaran organik tinggi akibat limpasan hujan.

Tabel Parameter Penting Pengujian Kualitas Air Minum & Air Bersih

Tabel di atas merupakan parameter-parameter penting yang dapat menjadi acuan dalam melakukan pengujian air minum dan air bersih. Banyak yang tidak menyadari, ketika semua tampak bersih dan jernih lalu air mulai digunakan seperti sebagaimana sebelumnya. Padahal, dibalik itu masih tersisa bakteri patogen seperti E. Coli, zat kimia atau pencemaran berbahaya lainnya yang tidak terlihat. Sering terjadi di Indonesia, setiap musim penghujan tiba, banyak keluarga mengalami diare dan penyakit lainnya. Berdasarkan parameter-parameter tersebut, mungkin muncul pertanyaan “Lalu apa yang harus saya lakukan selanjutnya?“. Jawaban sederhana: Jangan tunggu gejala sakit muncul, ambil langkah pencegahan sekarang dengan melakukan uji kualitas air minum dan air bersih!

Pengambilan sampel air (sumur)

Langkah Praktis bagi Rumah Tangga dan UMKM
  1. Mendiamkan 1-2 minggu yang bermanfaat untuk memberi waktu bagi sedimen berat mengendap dan mengurangi risiko patogen yang masih aktif di air. Tips tambahan:
    • Hindari penggunaan air sumur sementara: Gunakan air kemasan, air bersih dari sumber lain sebagai cadangan.
    • Bersihkan area sekitar sumber air: Singkirkan lumpur, sampah, atau genangan di sekitar sumur/PDAM agar tidak meresap kembali.
    • Periksa secara visual: Amati warna, bau, rasa, dan kekeruhan air. Jika masih keruh, berbau, atau berbusa hindarai pemakaian, ini tanda kontaminasi masih tinggi.
    • Disinfeksi darurat sederhana: Jika mendesak, tambahkan kaporit (klorin tablet atau pemutih rumah tangga tanpa pewangi) sesuai dosis aman (misal 1–2 tetes per liter, diam 30 menit), tapi ini hanya sementara – bukan pengganti uji lab.
    • Pasang filter sementara: Gunakan kain bersih multilayer atau filter kopi untuk menyaring kekeruhan kasar sebelum direbus, terutama untuk UMKM seperti warung makan yang butuh air cepat.
  2. Ambil sampel air: pengambilan sampel air dapat dilakukan secara mandiri atau menghubungi laboratorium lingkungan terakreditasi seperti PT Adhikarilab Indonesia untuk melakukan pengambilan sampel air dan melakukan pengujian kualias air.

Jangan tunggu gejala sakit muncul, ambil langkah pencegahan dan lakukan pengujian kualitas air minum dan air bersih sekarang juga!

Curah hujan tinggi dan banjir adalah risiko rutin di Indonesia. Uji kualitas air minum pasca-genangan adalah langkah sederhana tapi krusial meminimalisir penggunaan air yang tercemar akibat genangan, kontaminasi sampah, asam, limbah industi, pupuk, patogen dari septic tank. PT Adhikarilab Indonesia merupakan salah satu laboratorium pengujian yang terakreditasi ISO/IEC 17025:2017 dengan nomor akreditasi Komite Akreditasi Nasional LP-720-IDN dan teregistrasi sebagai Laboratorium Lingkungan KLHK dapat membantu Anda dalam melakukan pengujian kualitas air, baik pengujian kualitas air rumahan, pengujian air limbah dan pengujian air permukaan lainnya.

This will close in 25 seconds

This will close in 15 seconds