Artikel ini telah diperbarui pada September 2026
Ergonomi merupakan hal yang sangat penting dan sering kali terlupakan dalam kegiatan sehari-hari. Ergonomi bertujuan untuk mendukung kesehatan dan produktivitas pekerja sehingga tidak menyebabkan lelah berlebih, stress maupun cedera atau meminimalisir kecelakaan akibat kerja.
Di Indonesia, ergonomi diatur dalam regulasi yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Regulasi ini mewajibkan pengusaha untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat untuk mencegah cedera kerja, memberikan panduan tentang desan tempat kerja yang ergonomis seperti furnitur dan alat kerja, memberikan panduan untuk tenaga medis alam mencegah cedera akibat posisi kerja yang buruk. Seperti contoh berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja yang mengatur faktor-faktor fisik di tempat kerja, seperti pencahayaan, ventilasi, tata letak peralatan, pengaturan posisi kerja untuk mencegah cedera. Untuk lebih detail, Anda dapat membaca pada artikel sebelumnya:
- Poin-poin Penting dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018
- Industrial Hygiene dalam Lingkungan Kerja
- Seberapa Penting Pencahayaan di Lingkungan Kerja?
Tantangan Era Digital: Tech Neck dan Repetitive Strain Injuries (RSI)
Di era kerja digital dan hybrid saat ini, durasi menatap layar monitor dan gawai meningkat drastis. Jika tidak diimbangi dengan prinsip ergonomi yang baik, pekerja rentan mengalami fenomena tech neck, yaitu ketegangan kronis pada otot leher akibat posisi kepala yang terlalu condong ke depan.
Selain itu, aktivitas mengetik dan menggunakan mouse dalam waktu lama tanpa penopang pergelangan tangan yang ideal memicu risiko Repetitive Strain Injuries (RSI) atau cedera akibat gerakan berulang. Oleh karena itu, pengaturan ketinggian kursi, jarak pandang mata ke monitor, hingga penempatan papan ketik harus disesuaikan secara personal demi meminimalkan tekanan fisik.
Pentingnya Ergonomi dalam Keseharian
Bagi pekerja dengan kegiatan sehari-hari berada di depan layar monitor, duduk berjam-jam seringkali mengalami kelelahan yang mungkin tidak disadari seperti pegal pada bagian punggung, leher, lengan, lelah mata dan lain sebagainya.
Video di bawah ini memberikan edukasi mengenai contoh panduan praktis ergonomi posisi duduk yang ergonomis mengenai bagaimana mengatur posisi duduk, tinggi monitor dan pandangan yang tepat, penggunaan alat kerja yang sesuai, istirahat dan peregangan tubuh disela-sela waktu bekerja.
Posisi duduk yang ergonomis.
Sumber: Instagram Adhikarilab Indonesia
Manfaat Penerapan Ergonomi bagi Perusahaan
Dengan menerapkan ergonomi yang sesuai dalam beraktivitas, akan memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri, pekerja maupun manajemen. Bagi sisi manajemen, investasi pada penerapan ruang kerja yang ergonomis bukan sekadar pemenuhan fasilitas, melainkan strategi efisiensi biaya. Berdasarkan studi K3, lingkungan kerja yang mengabaikan aspek ergonomi berkontribusi besar pada tingginya angka absensi karyawan akibat keluhan muskuloskeletal (nyeri otot dan sendi).
Dengan mengoptimalkan penerapan ergonomi, akan memberi manfaat:
- Meningkatkan Kenyamanan: baik saat bekerja, belajar atau melakukan aktivitas sehari-hari dapat mengurangi ketegangan fisik dan mengurahi risiko gangguan seperti nyeri punggung, leher dan sebagainya.
- Mencegah Cedera Jangka Panjang: kebiasaan buruk seperti membungkuk akibat posisi duduk yang tidak tepat dan dalam jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti postur tubuh yang menjadi terlihat bungkuk.
- Meningkatkan Efisiensi: dalam konteks kerja, lingkungan yang ergonomis seperti keyboard, monitor, furnitur dan pencahayaan dapat membantu mengurangi kelelahan dan cenderung lebih fokus sehingga meningkatkan produktivitas.
- Kesehatan Mental: lingkungan kerja yang nyaman juga mengurangi stress sehingga menjaga psikologis pekerja.
- Menurunkan Biaya Kompensasi: Meminimalkan pengeluaran klaim kesehatan dan pengobatan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja (PAK).
- Meningkatkan Retensi & Fokus: Pekerja yang bebas dari rasa nyeri fisik terbukti memiliki tingkat fokus yang lebih tinggi, yang secara linier mendongkrak produktivitas harian perusahaan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Lingkungan Kerja, ergonomi tidak hanya terbatas pada posisi duduk, tetapi mencakup berbagai aspek seperti:
- Ergonomi Fisik: berfokus pada desain lingkungan kerja seperti:
- Pengaturan tata letak alat dan mesin sehingga sesuai dengan pekerja.
- Pencegahan beban angkat berlebih bagi pekerja sehingga diperlukan alat bantu angkat.
- Desain ruang kerja dalam mengatur meja, kursi dan alat kerja
- Ergonomi Lingkungan: berkaitan dengan lingkungkan kerja seperti:
- Satandar pencahayaan
- Standar suhu dan ventilasi
- Standar kebisingan
- Psikologi: berkaitan dengan organisasi seperti:
- Jadwal kerja dan istirahat
- Beban kerja personil
- Pelatihan K3
Mengapa Harus Bertindak Sekarang?
Menerapkan panduan praktis ergonomi sehari-hari merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan keberlanjutan produktivitas Anda. Namun, kenyamanan ruang kerja tidak hanya ditentukan oleh posisi duduk atau furnitur yang presisi. Aspek lingkungan mikro seperti sirkulasi udara yang bersih juga memegang peran vital. Oleh karena itu, selain menata ruang kerja, memahami pentingnya pemantauan dan pengelolaan kualitas udara di dalam ruangan menjadi langkah pelengkap untuk menciptakan ekosistem kerja yang benar-benar sehat.
Agar komitmen K3 perusahaan Anda berjalan optimal, kepatuhan terhadap seluruh parameter lingkungan kerja wajib dipenuhi secara menyeluruh. PT Adhikarilab Indonesia hadir menyediakan layanan profesional melalui jasa pemantauan dan pengujian lingkungan kerja resmi yang terakreditasi KAN dan memiliki SK penunjukan PJK3 dari Kemnaker RI. Kami siap membantu Anda mengukur aspek ergonomi, faktor fisika (kebisingan dan pencahayaan), hingga faktor biologi udara untuk memastikan semua area memenuhi Nilai Ambang Batas (NAB). Lindungi aset berharga Anda dan diskusikan kebutuhan pengujian Anda bersama tim ahli kami di Adhikarilab Indonesia.



