Kebisingan di Tempat Kerja: Bahaya yang Tak Terlihat
Kebisingan (noise) merupakan suara yang tidak diinginkan, tidak disukai dan mengganggu. Dalam konteks lingkungan kerja, kebisingan lingkungan kerja merupakan sumber suara bising yang tidak diinginkan atau berlebihan yang berada di tempat kerja sehingga dapat mengganggu kenyamanan, kesehatan dan keselamatan pekerja yang bersumber dari berbagai hal, baik dari luar atau dalam ruangan itu sendiri.
Seringkali kebisingan di tempat kerja terutama kantor dan ruang indoor lainnya dianggap remeh oleh karyawan, atasan bahkan K3 perusahaan dengan alasan yang beragam, seperti:
- “Sudah biasa, nanti juga terbiasa”. Padahal, apa yang mereka bilang “terbiasa” bisa diindikasikan pendengaran sudah mulai rusak karena terlalu sering terpapar kebisingan.
- “Ah, gak terlalu berisik kok!”. Para pekerja masih menganggap ini kebisingan kecil, namun apabila diukur sudah hampir mendekati Nilai Ambang Batas (NAB). Apabila terus menerus tanpa adanya perubahan, bisa menyebabkan risiko di masa mendatang.
- “Tidak ada keluhan dari karyawan”. Mungkin jarang atau tidak pernah ada karyawan dengan risiko kebisingan di area kerjanya mengeluh karena takut atau mengira semua sama saja. Namun tanpa disadari pendengaran mulai berkurang ketika dilakukan pengecekan audiometri.
Baca juga artikel berkaitan dengan lingkungan kerja
- Hindari Cedera, Tingkatkan Efisiensi: Panduan Praktis Ergonomi Sehari-hari
- Poin-poin Penting dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018
- Industrial Hygiene dalam Lingkungan Kerja
- Seberapa Penting Pencahayaan di Lingkungan Kerja?
Dampak Umum Kebisingan Lingkungan Kerja
Suatu kebisingan dengan durasi paparan, frekuensi serta intensitas yang tinggi maka akan semakin besar potensi dampak terhadap seseorang. Dampak tersebut tidak secara langsung, namun seiring durasi paparan maka dampak akan terakumulasi dan jarang disadari hingga terjadi suatu masalah. Berikut beberapa dampak umum dari kebisingan:
- Gangguan Pendengaran: merupakan dampak paling umum terjadi dapat berupa pendengaran turun sementara maupun permanen akibat paparan kebisingan yang tinggi.
- Gangguan Psikologis: kebisingan yang terus menerus dapat meningkatkan gangguan psikologis berupa stres dan kecemasan, gangguan konsentrasi bahkan dapat membuat seseorang mudah emosi.
- Penurunan Produktivitas: akibat lingkungan yang bising, dapat membuat seseorang sulit untuk fokus dan berkomunikasi. Tidak jarang akan terjadi kesalahan kerja dan waktu respon yang lambat kerena adanya kesalahan komunikasi.
- Gangguan Fisik & Kesehatan Lain: paparan kebisingan dapat meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan tidur pada malam hari.
- Keselamatan Kerja: akibat penurunan pendengaran karena kebisingan, seseorang dapat salah mendengar instruksi dan kurang awas dalam sinyal atau alarm sehingga meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Proses pengambilan sampel kebisingan dalam ruangan medis

Proses pengambilan sampel kebisingan dalam ruangan kerja
Sumber Kebisingan Dalam Ruangan
- Heating, Ventilation, and Air Conditioning (Pemanasan, Ventilasi, dan Pendinginan Udara) atau biasa dikenal dengan HVAC & Ventilasi
- Peralatan kantor seperti mesin printer laser, photocopy, rak server
- Genset dan trafo listrik dalam gedung
- Pompa air dan kompresor
- Mesin produksi, lift dan eskalator
- Manusia seperti pada ruang open office dan call center yang penuh dengan percakapan
- Getaran seperti pada getaran bangunan, getaran jendela dan pintu
Sumber Kebisingan dari Luar Ruangan yang Masuk
- Lalu lintas kendaraan yang lalu lalang baik seperti suara mesin dan klakson
- Konstruksi seperti kebisingan pembangunan dan proyek yang ada di sekitar tempat kerja
- Pabrik dengan mesin press, blower dan chiller besar dapat menjadi sumber kebisingan
- Perdekatan dengan pasar, sekolah, bandara, terminal dan stasiun kereta

Proses pengambilan sampel kebisingan dalam ruangan produksi

Proses pengambilan sampel kebisingan dalam ruangan produksi
Bagaimana Identifikasi Kebisingan Lingkungan Kerja?
PERMENAKER No. 5 Tahun 2018 merupakan regulasi yang mengatur salah satunya mengenai kebisingan dengan mengatur NAB standar suatu kebisingan. Sumber kebisingan akan diukur dengan alat sound lever meter terkalibrasi, dimana setiap jenis ruangan memiliki standar NAB masing-masing.
Identifikasi kebisingan sederhana dapat dilakukan sebagai contoh apabila seseorang harus menaikkan suara ketika berbicara pada jarak 1 meter, maka kebisingan ruangan tersebut sudah cukup tinggi. Kemudian, apabila suara lalu lintas di jalan terdengar jelas. Maka ruangan tersebut sudah terpapar kebisingan yang bersumber dari luar ruangan. Berdasarkan contoh tersebut, maka lingkungan kerja harus dilakukan monitoring lingkungan untuk mengetahui seberapa besar kebisingan telah melampau NAB dan harus segera dilakukan penanganan.
Penanganan Kebisingan
Berikut contoh penerapan dalam penanganan kebisingan pada lingkungan kerja:
- Menggunakan earplug atau headphone peredam suara untuk ruang kerja dengan kebisingan tinggi
- Atur layout ruangan sedemikan rupa agar tidak terlalu dekat dengan sumber kebisingan
- Memasang karpet/peredam dinding/jendela dan double glazing agar kebisingan dari luar terminimalisir
- Memasang sealant pada celah pintu/jendela
Kebisingan tidak jarang dianggap remeh karena dampaknya lambat dan tidak langsung terlihat — padahal biaya kesehatan, produktivitas, dan kompensasi jangka panjangnya jauh lebih besar daripada biaya pencegahan awal.
PT Adhikarilab Indonesia hadir sebagai salah satu laboratorium jasa moitoring lingkungan yang terakreditasi KAN (KAN LP-720-IDN) dan memiliki SK penunjukan PJK3 dari Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk memberikan pelayanan monitoring serta konsultasi dalam pemenuhan persyaratan lingkungan kerja sesuai dengan persyaratan PERMENAKER No. 5 tahun 2018 mengenai kebisingan, pencahayaan, psikologi & ergonomi, iklim kerja, getaran dan lain sebagainya.



